Showing posts with label DUNIA ISLAM. Show all posts
Showing posts with label DUNIA ISLAM. Show all posts

TIGA TOKOH SENTRAL DAN ULAMA' KARISMATIK DI BALIK KHITTAH NU KE-1926



Alm KH Mahrus Ali (Cirebon/Lirboyo), KHR As'ad (Situbondo) dan KH Ali Maksum (Yogyakarta)
(foto dari www.fiqhmenjawab.net) 

Menyambut hari jadi NU di bumi Nusantara, menjadikan NU sebagai ormas yang sangat berpengaruh terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI Seotuhnya). pada Muktamar NU ke-27 di Situbondo pada tahun 1984 menjadi salah satu dinamika terbesar dalam sejarah NU, dimana perang Idiologi dan Perpolitikan Negara menguatkan akan peran NU secara rinci, landasan berpikir dan landasan bertindak NU ialah Ahlussunnah wal Jama'ah menjadi sebuah kombinasi kepemimpinan hubungan Islam dan Negara.

kembalinya NU sebagai basis Masyarakat yang menegedepankan nilai-nilai Humanis tanpa mengecualikan sebagai masyarakat sebuah bangsa, menjadikan Ormas NU tanpa disadari memunculkan bibit kepemimpinan yang Nasionalis dan kaya dalam spritual yang akhir-akhir ini disebut sebagai Islam Nusantara yang terlahir atas kesatuan dan pembaharuan hukum konstitusi dan Syariat.

ada dua hal yang menggambarkan keseriusan NU dalam mengawal NKRI yang seutuhnya ini, pertama menerimanya NU terhadap asas Pancasila dan satu-satunya Ormas Islam yang tidak menentang pada saat itu, mebuka sebuah ruang idiologi masyarakat dalam sebuah Negara tanpa mengesampingka Idiologi Islam yang absolut.

kedua dari keterlibatan NU pada momentum Khittoh NU tersebut ialah keabsahan sebuah Negara dan kepemimpinan Nasional sebagai bangsa yang berdaulat tidak mempertantangkan dan justru dari sebaliknya eberadaan NU mengarah kepada Civil Sociaty dalam pembangunan Masyarakat yang bermoral dan ber-ahlakul karimah dengan kombinasi Islam dan Indonesia.

dibalik kembalinya NU ke Khittoh  26 di Situbondo pada tahun 1984 tersebut, ada ulama' khos yang dikenal sebagai ulama' karismatik di balik tokoh-tokoh muda yang pada masanya menjadi bagian dari kepemimpinan Bangsa yang sangat berpengaruh dan berperan besar pada saat itu.

selanjutnya di wisatapesantren.blogspot.com

GENGGONG LEGENDA BUNGA SANTRI PESANTREN


Oleh : Abul A'la Al Maududi*

Bungan Genggong yang merupakan satu-satunya
(https://id.wikipedia.org/wiki/Genggong)
GengGong, merupakan nama sekuntum bunga yang tumbuh mekar  di Kab Probolingo, nama Genggong dalam Bahasa Madura di sebut Ging Gong. legenda bunga ini memiliki banyak makna bagi masyarakat lokal, dan seringkali digunakan sebagai perhiasan pengantin, hitanan dan lain sebagainya.

Bunga ini menghiasi masyarakat dengan musimnya yang silih berganti, mengiringi hiasan matahari dan alunan angin yang berhembus dan mempengaruhi legenda hidup masyarakat yang sangat dekat dengan aroma kerohanian dan keheningan yang tercipta pada saat ini.

Dikawasan ini, pada mulanya sebuah perkampungan dan pagar-pagar rumah dengan bunga genggong dan menjadi cikal bakal berdirinya sebuah pesantren salaf- modern di Jawa Timur, hingga akhirnya sekuntum bunga tersebut mengiringi hiasan Islam terhadap kategori sejarah peradaban Islam dari pesantren yang mengakar pada masyakat pribumi di Nusantara.

Bunga genggong itu diabadikan dan mejadi sebuah legenda masyarakat, sebagaimana bunga adalah sebuah keindahan dan romantika kehidupan,  hingga akhirnya bunga itu menjadi nama pesantren yang mampu menciptakan sikap dan moralitas masyarakat yang harmonis, melekat dengan makna sekuntum bunga dan mampu menghiasi moral dan etika  masyarakat luas, dan di tanah yang luas tersebut itulah, yang terletak di desa Karangbong, pajarakan, Probolinggo Jawa Timur berdiri sebuah Pesantren Besar di Jawa Timur.

Sebagaimana pandangan Adonis (Ahmad Said Esber) dalam karyanya menyebutkan tentang permulaan  cikal bakal peradaban manusia, dimana yang terakhir menjadi  permulaan bagi peradaban manusia sebagaimana nama Jahiliah lebih dikenal sebagai awal mula munculnya Agama Islam. Begitupula dengan nama Genggong yang mampu  dan mengawali manusia dengan akhlakul karimah sampai akhir zaman, dengan berdirinya Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong.

legenda bunga tersebut mencerminkan sebuah  pesantren yang bernama Pondok Pesantren Salaf Modern dan menjadi wujud kerohanian masyarakat dalam lantunan dzikir dan mekarnya kerohanian masyarakat. Nama Pondok Pesantren Zainul Hasan di ambil dari pendiri pertama dan menantunya yaitu KH Zainul Abidin dan KH Mohammad Hasan pada abad ke-18 M tepatnya pada tahun 1839 M. (tentang Pondok Pesantren Zainul HasanGenggong selajutnya di…)

*LIMAGOYA (Lintas Mahasiswa Genggong Yogyakarta)

PERADABAN ISLAM CORDOBA (TUNTAS)


Islam Cordoba di Granada (foto dari letslearnspanish.co.uk)
Periode Khilafah atau Masa keemasan Islam di Andalusia di juga terdapat pada masa kekuasaan Khalifah An-Nashir Lidinillah (Abdurrahman III) berakhir pada tahun 366 H / 976 M. Pada saat itu, seni bahasa sangat erat kaitannya dengan perkembangan bahasa. Sedangkan kemajuan bahasa mengikuti kemajuan andaulusia, Kemashuran Seni dan Sastra, sampai pada puncak kejayaannya.

Ia berhasil menggali sumber daya manusia dan berhasil menciptakan kondisi yang tentram dan damai, dengan tingkat Islamisasi Kebudayaan yang maksimal, pada masanya tercatat seorang penyair terkenal Ibnu Abd Rabbani (860-940 M) dengan kemahiran yang dimiliki di bidang sastra dan  ia menjadi penyair kesayangan Khalifah.
           
Ada beberapa aspek yang membangkitkan peradaban Cordoba Pertama, keindahan Alam raya Andalusia, cuaca dan udaranya yang sejuk, tanah serta tamannya yang hijau. Hal ini sangat banyak sekali memberikan pengaruh terhadap peradaban daratan Andalusia.  Kedua, adanya rasa persaingan Dinasti dengan Timur.

Nex 1  2  3

SASTRA MEWARNAI PERADABAN MANUSIA (KEJAYAAN ISLAM CORDOBA)



Secara umum, muslim di Eropa pada saat itu mampu membuktikan, bahwa nilai seni mampu membangun persaudara seagama mereka di Timur. dan Sekitar Abad ke-11, musik Andaulusia hampir bisa menenggelamkan kemashuran bagdad. Dimana pada saat itu, perkembangan musik, lagu dan kesenian lain yang indah yang biasanya di hubungkan dengan bangsa Moor dari daratan andaulusia.
Perkembangan seni musik di Spanyol, pada giliran berikutnya, pada gilirannyamemberikan pengaruh yang cukup besar pada seni musik dikawasan eropa.  Ketikan orang kristen menermia model lirik muslim, nyanyian arab menjadi populer diseluruh semenanjung dan Sastra merupakan refleksi dan dokumen sejarah yang mencakup semua sendi kehidupan yang terjadi kala itu.

Ada hubunga yang menarik antara tradisi para trobadur (pengamen musik) dispanyol dengan pengaruh yang diberikan puisi-puisi arab. Mereka memiliki kesemaan dengan penyair arab, tidak hanya dari sisi rasa dan karakter tetapi dalam bentuk-bentuk penampilannya.

Nex 1  2  3