NASI HULLUL, ISTILAH PARA PENIKMAT TAKJIL (PPT) SANTRI DI PESANTREN SUKOREJO


Hullul di Pesantren, Ngabuburitnya Santri. Pesantren yang merupakan sebagai basis intelektual Agama, anak didiknya (santri) hampir dari semua daerah di Indonesia,  pada bulan Rhomadon pengajian kitab kilat selalu menghiasi keberkahan bulan puasa dan dinikmati oleh sebagian satri yang tidak pulang kerumahnya disaat libur panjang peantren hal ini merupakan metode ngabuburit santri dalam keseharian, sebagian yang lain mengunakan waktu sorenya dengan ber-olahraga dengan sarung.

Ada keunikan tersendiri di setiap pesantren pada bulan puasanya, di Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo, pada bulan puasa santri yang tidak pulang disuguhkan dengan nasi hullul menjelang buka puasa. nasi hullul merupakan istilah dipesantren yang merupakan nasi jagung dengan sayur saja di hidangkan untuk santri yang ngabuburit tersebut.

Setiap sore ba'da pengajian kitab kuning di Mushollah Ibrahimi Sukorejo tersebut, sontak akan terdengar teriakan suara Hulul.. hullul hullluuuul....hullulll....  (ungkap petugas pesantren tersebut), dan pada saat itulah dengan seketika para santri berlari dengan membawa Mangkok, Wajan hingga Ember cucian untuk di gunakan sebagai wadah nasi hullul tersebut.

Bagi santri adanya nasi hullul ini merupakan keberkahan tersediri, disamping sebagai persiapan buka puasa juga di gunakan untuk persiapan sahur nanti, menurutnya nasi hullul merupakan bagian dari aroma dan titisan barokah para gurunya. dengan adanya nasi hullul ini, kebahagian santri untuk menikmati buka puasa merupakan kebahagian tersendiri yang jauh dari sanak famili atau keluaga di rumah sana.


Asal mula adanya nasi hullul di pesantren Sukorejo ini sudah sejak lama, konon diceritakan bahwa kebiasaan ini sudah mentradisi bagi kalangan pesantren, dan merupakan hal yang harus dilakukan demi menjaga nilai-nilai leluhur para sesepuh pesantren dan juga bagian dari untuk memudahkan para santri untuk menyiap buka puasa.

Latest
Comments
0 Comments