SATU-SATUNYA DI DUNIA, ADZAN EMPAT KALI DI PONPES SUKOREJO SITUBONDO


Oleh : Sobri Al-Bukhori (Mahasiswa UNIBDU Jombang)

#wisatapesantren. Jika anda menyempatkan diri berkunjung di salah satu pondok pesantren terbesar di Jawa Timur tepatnya di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo, ada suasana Dzikir yang sangat kaya dengan nilai-nilai rohani atau sudut ruang yang cendrung dengan Dunia karomah para Wali Allah, yaitu adzan sholat yang tidak seperti lazimnya disuatu tempat. dan hal ini merupakan satu-satunya yang ada di Dunia.

di pesantren ini, Adzan Magrib  tidak seperti biasanya di setiap Masjid atau Mushollah yang dikumandangkan pada saat waktu sholat dan itu hanya ada di Musholla Ibrahimmy komplek Pesantren Sukorejo. Adzan Magrib dikumandangkan dengan empat kali kalimat Takbir dengan dua Muadzin sekaligus.

Irama itu terdengar dengan lembut atau kemerduan suara Muadzin seperti di Madinah atau Makkah, suara itu mengumandangkan kalimat adzan, dengan dikumandangkan secara bertahap atau silih berganti dalam heningan senja menjelang malam. pada saat itu para santri, sibuk diri dengan genggaman kitabnya dan sebagian yang lain berlari dan bergegas saat mandi untuk mengikuti sholat Jama'ah di Pesantren ini.

tentang Adzan dua kali itu, konon diceritakan oleh beberapa santri dan kisah-kisah dunia pesantren, pola adzan di ponpes sukorejo ini sudah ada semenjak pengasuh kedua Pesantren Salafiyah Syafi'iyah yaitu Alm. KHR. As'ad Syamsul Arifin, yang merupakan tokoh karismatik NU dan pada masa mudanya di kenal gerilya malawan penjajah dan disebutkan juga bahwa beliau salah satu pimpinan Laskar Hisbullah.

Suatu ketika adzan dua kali ini pernah di coba  untuk dikumandangkan Andzan Satu kali, karena dipandang tidak ada ketentuan dalam hukum Fiqih oleh menantunya KHR Dhofir Munawar yang alim dan pakar ilmu Fiqih di saat KHR As'ad Syamsul Arifn pergi ke Makkah,  akan tetapi hal ini tidak berjalan baik.

Setelah beberapa hari mencoba dengan mengumandangkan Adzan satu kali dengan satu mu'addzzin, di sekitar Musholla Ibrahimmy tepatnya didepan Musholla terdapat kejadian aneh, tiba-tiba beberapa kali bangunan sekolah terbakar tampa ada sebabya. dan ketika dikembalikan dengan lumrahnya Adzan pola KHR, As'ad Syamsul Arifin di musholla ini, kejadian itu tidak pernah terjadi lagi sampai saat ini. subhanallah...

Atas keyakinan inilah, bahwa adzan yang sudah menjadi tradisi di Pesantren ini dikumandangkan dengan empat kali dan dua muadin dan di anggap sudah tidak ditoleran untuk merubahnya, suatu ketika dikisahkan bahwa Kyai As'ad perna di tanya tentang Adzan ini oleh para ulama saat Muktamar PBNU SITUBONDO tahun 1986, beliau menjawab "Adzan pertama untuk memanggil sholat, sedangkan Adzan yang kedua untuk mengusir jin di NU". (tentang KHR. As'ad Syamsul Arifin. selanjutnya di...)



(foto dari http://mahad-aly.sukorejo.com/)



Comments
1 Comments

1 komentar: